Sudah beberapa bulan yang lalu aku kehilangan perijinan untuk membuka blog saya yang paling keren di blogger. Itu karena hal yang sangat (bodohnya aku) bodoh, aku menghapus akun gmail yang dulunya alay tanpa mengganti akun gmail yang aku pakai itu di blog ini. Kata temanku, Jodhi, kalau E-mailku alay, nanti dosen tidak akan menerima tugas dariku. Atas pertimbangan kakakku yang sangat aku percaya, mas Wisnu, aku memutuskan memakai nama depan dan belakangku untuk e-mail baruku. Dan tentu saja, aku harus punya blog baru!
Padahal, blogku ini sudah aku publikasikan di Buku Tahunan Sekolah dan twitter, bagaimana jika ada yang ingin membacanya dan ternyata tidak ada update-an terbaru? Gawat kan?
Aku menyesali itu. Tapi ya mau bagaimana lagi, selama seminggu aku pasti melakukan hal bodoh atau memalukan, jadi lama-lama perasaan menyesal ini menjadi biasa.
Akhirnya, aku beralih ke livejournal.com, tampilannya simpel dan sangat keren. Sangat mudah untuk mengepost sesuatu dan loadingnya tidak terlampau lama. Tentu saja, aku terinspirasi dari blog yang dipakai Mark Zuckeberg di The Social Network. Dan setelah itu aku menemukan livescience.com. Ga ngerti deh ini apaan, berhubung masih ribet sama SBMPTN, ga sering2 juga baca disini. Ya, sebatas post aja di livejournal.com.
Blog ini termasuk sangat membantu dalam pelarianku dari perasaan menyesal atas insiden bodoh terhadap blogger. Tapi kemudian aku nonaktif lagi karena musti fokus di SBMPTN(yang finally, ga ada hasilnya juga, hiks).
And then! Finally, today...exactly today. I try it again to open my blog in blogger. Boleh pakai akun yahoo yang dulu aku pakai buat alternative email! Fortunately, dulu aku tidak malas mengisi yang kek begituan. Jadi deh, sejak kapan blogger yang diberdayakan oleh Google, aku pakai akun yahoo.com. Aku memang penghianat sekali T___T (yang bangga menyandang betrayer sejak SMP).
Terus, disms deh sama Google buat verifikasi email. Lalu, lalu, ada beberapa kegiatan dari teman-temanku yang buatku iri. Jadi pengen ngepost-ngepost lagi gitu deh. Habis ngakak-ngakak baca postnya dari teman-temanku.
Apalagi sekarang tinggal menunggu pengumuman yang lain-lain, jadi daripada main Harvest Moon terus kan ga sehat. Aku blogging aja. Jadi kesannya kayak Jesse Eisenberg waktu di TSN, I'm angry, eating and...blogging!

Untuk event spesial hari pramuka. Kali ini saya akan membahas hal menarik nih di pramuka. Lho kok bisa?
Kan jarang ada tuh yang membahas hubungan Pramuka dan Islam. Sebenarnya tidak baik juga untuk dihubung-hubungkan. Tapi dalam hal ini karena 14 Agustus tepat dalam bulan suci Ramadhan, yang akan saya bahas adalah dari sisi positif hubungan keduanya. Pembangunan karakter yang ada dalam setiap kegiatan pramuka sangat berhubungan dengan karakter yang harus dimiliki pemuda muslim.
Banyak sekali manfaat jika kamu mengikuti kegiatan pramuka. Dari hal yang menyenangkan sampai kegiatannya yang memang sangat bermanfaat. Dengan pramuka, kamu sudah memiliki modal untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat. Prinsip pramuka kan Dasadharma, jadi...(bla bla bla). Inilah sedikit cuplikan character building yang ada didalam pramuka.
Want to know more?
Bismillah...
Tetapkan niat, pastikan bahwa kamu bisa melakukannya. Itu yang aku teriakkan dalam hatiku saat aku mendapat amanat yang sangat mendadak ini. Sungguh, aku yang tidak jago mengedit film harus menghadapi material film yang akan dilombakan dalam event yang sangat penting. Aku hanya mencoba menepati janjiku kepada seniorku bahwa pada jam itu, hari itu aku bisa melakukannya...
Namun, aku gagal.
Jadi, apakah kita membutuhkan sebuah imajinasi?
Itu tergantung memang pada masing-masing individu, ini sudah dasar dari artikel yang saya post.
Tapi ini menurut saya, imajinasi mengantarkan kita pada ide-ide kita sejauh apapun ide itu, sesulit apapun kita mewujudkannya, apakah kamu bisa mempercayai imajinasimu?
Setiap episode yang telah kami buat. Memberikan setiap kenangan yang sangat berarti bagiku. Merekalah yang membuatku sadar bahwa harus ada rasa pekewuh antara ikhwan wa akhwat. Kekuasaan satu-satunya hanya ada pada-Nya. Merekalah yang mengajarkan kepadaku bahwa setiap detiknya hidup ini begitu berarti, demi membuktikan kepada Yang Maha Kuasa bahwa kami mampu... menempatkan diri kami, duduk di bangku taman surga yang tenang nan indah.

